Tip & Trik Cara Perawatan Mesin Penggerak Diesel

Cara Perawatan Mesin Penggerak Diesel

cara perawatan mesin penggerak diesel
Cara Perawatan Mesin Penggerak Diesel
Cara Perawatan Mesin Penggerak Diesel – Pemeliharaan terhadap mesin merupakan hal yang harus dilakukan secara rutin agar mesin selalu memiliki performa yang bagus. Salah satunya yaitu dengan mengecek kondisi mesin sehabis digunakan.
Sebagai mesin yang kerap digunakan untuk menggerakan alat-alat berat seperti molen, penggilingan padi dan lainnya, mesin diesel ini terkadang cepat panas. Apalagi jika dipakai seharian penuh, pasti mesin tersebut dapat mengalamai kerusakan sewaktu-waktu.

Oleh karena itu, perawatan pada mesin penggerak diesel perlu dilakukan dengan benar. Agar jika terjadi masalah, tidak merambah ke masalah lainnya yang mungkin lebih parah dan harus dilakukan turun mesin. Ada pun beberapa pengecekan ringan yang perlu dilakukan secara rutin seperti yang adakan dijelaskan di bawah ini.

Cara Perawatan Mesin Penggerak Diesel


Bagi yang kurang paham tentang mesin penggerak diesel dan bagian-bagiannya, pastinya akan mengalami kesusahan dalam hal perawatannya. Sehingga akan merasa bingung apabila tiba-tiba mesin diesel tersebut mengalami kendala. Oleh sebab itu, silahkan simak uraian singkat berikut ini mengenai perawatan yang benar pada mesin diesel.
1. Pengecekan Oli Mesin Secara Teratur

Oli mesin merupakan bagian penting pada mesin diesel yang harus dicek secara rutin. Jika mesin diesel kekurangan minyak pelumas, maka mesin diesel tersebut akan cepat panas dan mengalami gesekan yang tinggi pada setiap komponennya. Akibatnya, tenaga mesin akan mengalami penurunan dan mesin akan susah untuk dihidupkan.
Untuk mengecek minyak pelumas pada mesin diesel, caranya sangat mudah. Karena pada setiap mesin pasti terdapat tuas pengecek oli yang biasanya terdapat pada tutup oli atau pun terletak secara terpisah. Cukup membuka tutup oli atau mengangkat tuas pengontrol oli tersebut dan melihat batas ketinggian oli mesin. Pastikan ketika mengecek oli pelumas, mesin dalam keadaan mati.

Jika ketinggian mintak pelumas berada di bawah garis level atas, segeralah isi ulang sampai batas level teratas. Atau jika oli sudah terlihat hitam pekat dan kental, lakukan penggantian oli mesin tersebut.

2. Cek Kondisi Filter Udara

Pada mesin penggerak diesel, filter udara berada di dalam ruang filter udara dan berbentuk tabung berbahan kerutan kertas atau kawat. Untuk melihatnya, buka ruang filter udara tersebut dan cek filter udara apakah masih bagus atau sudah koyak. 
Jika kondisinya sudah rusak (koyak), serpihan dari filter udara tersebut dapat masuk ke saluran intake dan menyelip pada klep. Akibatnya mesin akan susah dihidupkan atau bahkan tidak bisa hidup sama sekali. Oleh karena itu, jika filter udara kondisinya sudah rusak, lakukanlah penggantidan dengan filter udara yang baru.
3. Cek Saringan Bahan Bakar Yang Berada Pada Tangki Solar

Meskipun saringan bahan bakar jarang mengalami kerusakan, namun alangkah baiknya dilakukan pengecekan secara berkala. Hal yang sering terjadi yaitu saringan bahan bakar tersebut robek atau hilang.
Jika saringan bahan bakar tersebut tidak ada, maka solar yang di isikan pada tangki bahan bakar tidak tersaring dengan baik. Akibatnya bahan bakar tersebut akan tercampur dengan kotoran yang mengakibatkan tersumbatnya aliran bahan bakar dan mesin akan susah dihidupkan. Oleh karean itu, jika saringan bahan bakar tersebut telah rusak atau hilang, pasanglah kembali agar solar yang masuk ke dalam tangki dalam keadaan bersih.
4. Jangan Telat Dalam Mengisi Solar

Solar yang merupakan bahan bakar utama mesin penggerak diesel, memiliki daya resap yang kurang baik dibandingkan bensin. Jika sampai telat dalam mengisi solar dan kapasitas di dalam tangki bahan bakar sampai habis, maka jika dilakukan pengisian ulang akan mengalami masuk angin pada aliran solar. 
5. Cek Tangki Air Pendingin Atau Radiator

Pada mesin penggerak diesel, terdapat tangki yang berisi air (hopper) sebagai pendingin mesin. Namun ada juga yang menggunakan radiator. Perikasalah secara rutin pendingin mesin tersebut. Apakah terdapat kebocoran atau tidak.

Jika mengalami kebocoran, air pengingin akan mengalir keluar dan lama kelamaan akan habis. Sehingga mesin akan cepat panas dan dapat menyebabkan putaran mesin menjadi macet (klok). Oleh karena itu, cek kondisi tangki hopper atau radiator tersebut secara rutin sehabis mesin digunakan.

Apabila mengalami kebocoran, amati di bagian mana kebocoran tersebut. Masalah yang sering terjadi  kebocoran pada tangki hopper atau radiator tersebut yaitu pada bagian packing karet. Jika packing karet tersebut telah rusak, gantilah dengan packing karet yang baru.

Demikianlah uraian mengenai cara perawatan mesin penggerak diesel. Periksalah mesin diesel secara rutin agar tetap bertenaga dan terhindar dari kerusakan. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *