Home » Kelistrikan » Fungsi Relay Dan Cara Kerjanya

Fungsi Relay Dan Cara Kerjanya

fungsi relay dan cara kerjanya
Fungsi Relay Dan Cara Kerjanya
Fungsi Relay Dan Cara Kerjanya – Pasti sering mendengar sebuah benda yang bernama relay. Benda ini biasanya terdapat pada rangkaian kelistrikan motor dan mobil. Lalu apa fungsi relay tersebut dan bagaimana cara kerjanya?

Relay adalah komponen kelistrikan yang berfungsi untuk menyambung dan memutus arus listrik secara tidak langsung. Karena, relay ini merupakan saklar yang dikendalikan oleh aliran listrik. Jika relay dialiri arus listrik, barulah dapat bekerja sebagai saklar otomatis.

Pada dasarnya relay terdiri dari 4 bagian, yaitu elektromagnet (coil), kumparan, spring (per), dan saklar mekanik. Sistem kerja relay ini menggunakan prinsip elektromagnet untuk menggerakan saklar mekaniknya. Sehingga, dapat menghantarkan listrik bertegangan tinggi menggunakan arus listrik yang rendah.

Baca juga : Fungsi Sekering

Fungsi Relay


Sebagai saklar otomatis yang digerakan arus listrik, relay memiliki beberapa fungsi penting pada rangkaian listrik, diantaranya :

1. Menyambung dan memutus arus listrik secara tidak langsung.
2. Menyambung dan memutus arus listrik secara bersamaan.

3. Memberikan delay pada rangkaian listrik (penundaan waktu).

4. Pengaplikasian pada relay starter mobil

5. Mengendalikan sirkuit tegangan tinggi dengan signal tegangan rendah.

6. Menjalankan fungsi logika.
7. Melindungi kelistrikan pada kendaraan dari hubungan arus pendek dan kelebihan beban.

Cara Kerja Relay

Relay sering disebut juga sebagai saklar magnet. Karena memiliki cara kerja berdasarkan prinsip elektromagnetik. Apabila arus listrik mengalir pada bagian kumparan (elektromagnet), maka kumparan tersebut akan menghasilkan daya tarik menarik magnet yang menggerakan saklar mekanik. Sehingga, terjadilah kontak (menutup dan membuka) yang secara otomatis menyambung dan memutuskan arus listrik.
Karena merupakan sebuah saklar, relay ini juga memiliki pole dan throw. Pole merupakan banyaknya jumlah kontak pada sebuah relay. Sedangkan throw adalah jumlah banyaknya kondisi pada kontak sebuah kontak. 

Berdasarkan pole dan throw, relay dibedakan menjadi :

fungsi relay dan cara kerjanya
Jenis – Jenis Relay

1. Relay Single Pole Single Throw (SPST) : memiliki 4 terminal, 2 terminal saklar dan 2 terminal kumparan.

2. Relay Single Pole Double Throw (SPDT) : memiliki 5 terminal, 3 terminal saklar dan 2 terminal kumparan.
3. Relay Double Pole Single Throw (DPST) : memiliki 6 terminal, 4 terminal ( 2 buah terminal saklar) dan 2 terminal kumparan.
4. Relay Double Pole Double Throw (DPDT) : memiliki 8 terminal, 6 terminal saklar (2 buah relay SPDT), 2 terminal kumparan.

Demikianlah ulasan mengenai fungsi relay dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat.

Share :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top