Home » Cara Pasang Coil Genset

Cara Pasang Coil Genset

cara+pasang+coil+genset
Cara Pasang Coil Genset

Cara Pasang Coil Genset – Pemasangan coil pada mesin genset bensin merupakan hal penting yang harus di ketahui oleh para pengguna mesin genset. Hal ini bertujuan agar nantinya jika mesin genset yang dimiliki sendiri mengalami masalah pada sistem pengapiannya, maka dapat mengatasi masalah tersebut sendiri tanpa harus di bawa ke jasa servis. Karena coil ini merupakan salah satu komponen penting pada mesin genset, maka cara pemasanganya pun harus tepat dan tidak boleh sembarangan.

Penggantian coil pada mesin genset sebenarnya merupakan hal yang jarang terjadi. Namun, beberapa alasan karena usia mesin genset yang sudah berumur atau pemakaian genset yang kerap digunakan setiap harinya, bukan hal yang tidak mungkin jika sistem pengapian genset tersebut tidak berfungsi. Salah satu hal yang harus di perhatikan ketika mengganti coil genset adalah pakailah spart part yang original (asli). Mengapa demikian? karena spare part original dapat menghasilkan pengapian yang maksimal dan lebih tahan lama meskipun harganya sedikit lebih mahal.

Sebelum melangkah pada proses pemasangan coil mesin genset, sebaiknya kita juga perlu tahu bagaimana cara mengukur nilai resistansi tahanan standar pada coil yang bagus. Dengan begitu, maka dapat kita menyimpulkan sendiri nilai resistansi tahanan pada coil genset. Jika setelah dilakukan pengukuran ternyata melenceng jauh dari nilai standarnya, maka kita dapat memastikan bahwa coil mesin gesnet tersebut sudah lemah/rusak. Dan untuk ukuran standart nilai resistansi coil secara umum adalah :

coil primer = 0.8 – 1.0 ohm
coil sekunder = 5.9 – 7.1 ohm

Cara Cek Coil Genset

Untuk mengukur ukuran nilai resistansi coil primer maupun sekunder, kita dapat menggunakan alat yang bernama multitester. Dan sangat disarankan menggunakan multitester digital agar memperoleh hasil yang maksimal. Dan langkah-langkah untuk mengukur coil primer yaitu pertama-tama atur multitester pada posisi hambatan (ohm). Kemudian tempelkan salah satu ujung probe ke bagian massa atau kabel stop pada jalur saklar. Kemudian tempelkan kabel probe yang satunya lagi ke lempengan besi pada coil (ground). Setelah itu, lihatlah posisi jarum multiteseter apakah menujukan nilai ukuran resistansi standart coil primer seperti angka di atas atau malah berbeda jauh dari ukuran standartnya.

Sedangkan untuk mengukur ukuran nilai resistansi coil sekunder pun masih sama menggunakan multitester. Dan untuk caranya yaitu tempelkan ujung kabel probe pada ujung kabel coil atau bagian yang terhubung dengan cup busi. Kemudian ujung kabel probe satunya lagi tempelkan pada ujung kabel massa/kabel stop. Setelah itu lihatlah jarum multiester pada layar. Dengan begitu, kita dapat melihat berapa nilai resistandi coil sekundernya apakah sesuai ukuran standartnya atau tidak.

Ada pun tanda-tanda dari coil genset sistem pengapiannya menjadi lemah atau mati diantaranya yaitu :

  • Jika mesin genset sedang dinyalakan, dalam jangka waktu beberapa menit setelah mesin panas maka mesin genset tersebut akan mati dengan sendirinya, kemudian jika mencoba menghidupkannya kembali maka akan susah hidup. Kemungkinan mesin akan dapat hidup kembali setelah kondisi mesin menjadi dingin.
  • Sering terdengar letupan-letupan dari arah knalpot ketika mesin dalam keadaan hidup.
  • Spark plug (busi) tidak berumur panjang dan mudah mati hanya dalam hitungan beberapa jam mesin genset digunakan.
  • Performa mesin menurun, hal ini dapat dilihat dari mesin genset yang kehilangan tenaga saat dibebani dan akan mati dengan sendirinya.

Untuk memastikan mesin genset yang sistem pengapian lemah, bisa dilakukan dengan membuka busi dari tempatnya, kemudian atur jarak kerenggangan elektroda busi sedekat mungkin. Setelah itu cobalah untuk menghidupkan mesin, jika mesin dapat lebih mudah dinyalakan dari jarak kerenggangan busi standart, maka sudah dapat di pastikan jika coil mesin genset bermasalah dan harus diganti dengan yang baru.

Setelah mengetahui ciri-ciri genset yang sistem pengapiannya lemah dan tahap-tahap pengukuran coil dan ternyata hasilnya tidak sesui dengan nilai resistansi standar dari coil primer maupun sekunder. Maka waktunya melakukan penggantian pada coil tersebut. Dan untuk langkah-langkahnya bisa mengikuti cara yang akan diuraiakn berikut ini.

Cara Memasang Coil Genset Langkah Demi Langkah

1. Lepaskan cover mesin terlebih dahulu, kemudian lepaskan coil dengan membuka kedua baut penguncinya terlebih dahulu.

2. Kemudian pasanglah coil pada tempatnya dan tempelkan bautnya tanpa dikencangkan terlebih dahulu.

3. Kemudian selipkan fuller gauge diantara ujung lempengan coil dengan fly wheel (roda gila) dengan ukuran jarak kerenggangan 0,2 mm sampai 0,3 mm. Perlu diperhatikan untuk mempatkan fuller gauge sebaiknya jangan pada bagian fly wheel yang ada magnetnya, carilah daerah permukan yang rata lainnya dari magnet agar pengambilan fuller gauge tidak susah.

4. Setelah itu, kencangkan kedua baud coil dengan kunci T atau kunci shock yang dapat menjangkau area baut tersebut. kemudian lepaskan fuller gauge dari selipan antara coil dengan roda gila.

5. Pasang kabel massa pada jalur kabel stop yang menuju saklar mesin. Selesai.

Itulah langkah-langkah cara pemasangan coil pada mesin genset yang benar sesuai prosedur pabrik. Jika, kita tidak memiliki fuller gauge untuk mengatur jarak kerenggangan antara coil dengan roda gila, sebagai alternatif lain kita dapat menggunakan kertas kotak busi sebagai penggantinya. Namun, cara ini tidak disarankan jika ada fuller gauge. Karena jika dalam proses pemasangan coil genset mengalami kesalahan atau tidak tepat, maka akan menimbulkan masalah baru pada genset, diantaranya yaitu :

  • Ketika dinyalakan, mesin genset akan cepat panas.
  • Performa mesin mengalami penurunan (tidak bertenaga).
  • Terdengar suara letupan atau mbrebet ketika mesin dihidupkan.
  • Busi tidak tahan lama karena lebih cepat mati dari jangka waktu standarnya.
  • Mesin dapat mati dengan sendirinya.

Demikianlah pembahasan mengenai cara pasang coil genset. Ikutilah langkah-langkahnya dengan benar agar memperoleh hasil masksimal dan disarankan untuk selalu menggunakan spare part original agar tahan lama. Semoga bermanfaat.

Share :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top